Senin, 02 Januari 2012

MAKALAH TELA’AH Materi Pelajaran PAI FIQIH


                                                            MAKALAH        
TELA’AH Materi Pelajaran  PAI FIQIH KELAS X  SEMESTER 1, 2 DAN KELAS XI SEMESTER 1 DI MADRASAH ALIYAH
Diajukan Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliyah Materi Pelajaran PAI
Dosen Pengampu : Drs. Akhirin Ali, M.ag



 










Disusun Oleh :
Kelompok  
1.      Nur yadin
2.      Roikhatuzzahroh
3.      Selvi rosalina





 

INSTITUT ISLAM NAHDLATUL ULAMA’ (INISNU) JEPARA
FAKULTAS TARBIYAH VI B TAHUN 2011
BAB I
PENDAHULUAN

Pendidikan adalah sebuah proses yang harus dilaksanakan oleh seluruh insan manusia manakala manusia tersebut ingin menjadi manusia yang mempunyai derajat dan martabat tinggi di hadapan Allah SWT maupun manusia. Oleh karena itu, menuntut ilmu menjadi suatu keharusan bagi setiap manusia dari buaian hingga liang lahat.

Proses belajar mengajar adalah sebuah proses yang selalu dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga mencapai sesuatu yang telah direncanakan dan inginkan. Dan dalam mencapai semuanya itu, tentunya seorang pendidik selain hanya menyampaikan pengetahuan (transfer of knowledge) saja tapi juga harus melakukan tela’ah/kajian agar dapat mengetahui sejauh mana anak didik itu dapat menerima pengetahuan yang telah disampaikan.

Dalam kesempatan kali ini, kami akan mencoba menela’ah materi Fiqih kelas XI semester I dan II yang kemudian kami analisis dan juga dipilah dari ranahnya.












BAB II
KAJIAN TEORI
Fiqih Kelas X semester I
BAB 1
IBADAH DAN SYARI’AT
Standar kompetensi:
1.      Memahami prinsip-prinsip ibadah dan syari’at dalam islam.
Kompetensi dasar:
1.1  Mengidentifikasi prinsip-prinsip ibadah dalam islam
1.2  Menjelaskan tujuan (maqashid) syari’at islam
1.3  Menunjukkan perilaku orang yang berpegang pada prinsip-prinsip dan tujuan ibadah dan syari’ah.
1.4  Menerapkan cara berpegang pada prinsip-prinsip dan tujuan ibadah dan syari’ah.
Ringkasan materi:
1.      Prinsip ibadah:
-          Hanya allah yang berhak di sembah
-          Melakukan ibadah tanpa perantara (wasilah)
-          Ikhlas sebagai sendi ibadah yang akan diterima di sisi allah
-          Ibadah sesuai dengan tuntutan allah dan rosul-nya.
-          Memelihara keseimbangan dalam beribadah dll.
2.      Tujuan syari’ah: Mewujudkan kemaslahatan umat dan menghilangkan hal-hal yang membuat madlarat umat (dasar-dasar pembinaan hukum islam: Prof. Dr. Mukhtar yahya).
3.      Karakteristik orang yang ahli ibadah:
-          Salimul aqidah (aqidah lurus dan benar)
-          Muraqabatullah (dekat dengan allah)
-          Selalu ingat kepada allah di mana saja (dzikrullah)
-          Meninggalkan perbuatan syirik.
-          Rajin membaca, memahami dan mengamalkan al-qur’an.
-          Shahilul ibadah (ibadah di lakukan dengan benar)
-          Ahlakul karimah.
4.      Cara berpegang pada prinsip dan tujuan ibadah:
-          Ibadah dilakukan dengan sungguh-sungguh.
-          Ibadah di orientasikan untuk mendapatkan ridho allah.
-          Menjauhkan sifat riya’ dan takabur.
-          Menggali makna dan hikmah dalam setiap ibadah yang di lakukan.
-          Memenuhi isyarat dan rukun ibadah dll.



BAB 2
ZAKAT
Standar kompetensi:
2.      Memahami hukum islam tentang zakat dan hikmahnya.
Kompetensi dasar:
2.1  Menjelaskan ketentuan hukum islam tentang zakat dan hikmahnya.
2.2  Menjelaskan ketentuan perundang-undangan tentang zakat.
2.3  Menunjukkan contoh penerapan ketentuan zakat.
2.4  Menerapkan cara pelaksanaan zakat sesuai ketentuan perundang-undagan.
Ringkasan materi:
1.      Hukum zakat hasil perkebunan:
-          10% untuk tanaman yang di sirami air hujan 5%, jika disirami dengan alat penyiraman.
-          Zakat peternakan dan perikanan sebesar 2,5%.
-          Zakat saham, industri dan sebagainya 2,5%.
2.      Hikmah zakat: sebagai rasa syukur, mensucikan diri, mendidik manusia, menghapus dosa, melipatgandakan pahala.
3.      Ketentuan perundangan diatur dalam uu no. 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat. Pokok isinya bahwa pengelolaan zakat dapat dilakukan melalui badan amil zakat.
4.      Cara pelaksanaan: megumpulkan, mengelola, mendisdribusikan dan mendayagunakan zakat sesuai dengan tuntunan agama islam.
BAB 3
HAJI
Standar Kompetensi:
3.      Memahami hukum islam tentang haji dan hikmahnya.
Kompetensi dasar:
3.1  Menjelaskan ketentuan islam tentang haji dan hikmahnya.
3.2  Menjelaskan ketentuan perundang-undanagan tentang haji.
3.3  Menunjukkan contoh penerapan ketentuan haji.
3.4  Mempraktikkan pelaksanaan haji sesuai ketentuan perundang-undagan tentang haji.
Ringkasan materi:
1.      Dalam pelaksanaan haji meliputi: rukun haji, wajib haji, miqot haji, sunnah haji dan umrah.
2.      Hikmah:
-          Meningkatkan taqwa.
-          Mengambil pelajaran dari pelaksanaan ibadah haji.
-          Memelihara kekuatan fisik dan mental.
-          Mempererat ukhuwah islamiah.
-          Membina persatuan dan kesatuan umat islam.
-          Tercipta kerja sama antar umat islam.

BAB 4
QURBAN DAN AQIQAH
Standar Kompetensi:
4.      Memahami hikmah qurban dan aqiqah.
Kompetensi Dasar:
4.1Menjelaskan tata cara pelaksanaan qurban dan hikmahnya.
4.2Menerapkan cara pelaksanaan qurban.
4.3Menjelaskan ketentuan aqiqah dan hikmahnya.
4.4Menerapkan cara pelaksanaan aqiqah.
Ringkasan materi:
1.      Pelaksanaan qurban: sejak selesai shalat idhul adha sampai selesai.
2.      Cara pelaksanaan:
-          Melaksanakan sunnah yang berlaku pada penyembelian biasa.
-          Membaca takbir.
-          Membaca do’a.
-          Orang yang berkurban menyembelih sendiri hewan qurbannya apabila di wakilkan, di sunatkan dia hadir ketika menyembelihnya.
3.      Pelaksanaan aqiqah: hari ke tujuh dari kelahiran atau dapat dilaksanakan kapan saja selama anak tersebut belum balig.
4.      Hikmah qurban dan aqiqah
Ø  Qurban
Bagi yang berqurban:
-          Manambah keimanan dan ketaqwaan kepada allah SWT.
-          Sebagai rasa syukur atas nikmat yang di berikan.
Bagi kepentingan umum:
-          Memperkokoh tali persaudaraan
-          Meningkatkan kesadaran beragama
Ø  Aqiqah:
-          Sebagai rasa syukur pada allah dengan lahirnya seorang anak.
-          Menambah kecintaan anak pada orang tua.




BAB 5

PEGERTIAN JENAZAH

Standar kompetensi:
5.      Memahami ketentuan hukum islam tentang pengurusan jenazah.
Kompetensi dasar:
5.1  Menjelaskan tata cara pengurusan jenazah.
5.2  Memperagakan tata cara pengurusan jenazah.
Ringkasan materi:
1.      Tata cara pengurusan jenazah:
-          Memandikan jenazah
-          Mengafani jenazah
-          Menshalatkan jenazah
-          Dan menguburkan jenazah

Kelas X semester II
BAB 1

KONSEP KEPEMILIKAN DAN AKAD
Standar kompetensi:
1.      Memahami hukum islam tentang kepemilikan.
Kompetensi dasar:
1.1  Mengidentifikasi aturan islam tentang kepemilikan.
1.2  Menjelaskan ketentuan islam tentang aqad.
1.3  Memperagakan aturan islam tentang kepemilikan dan aqad.
Ringkasan materi:
1.      Islam mengakui kepemilikan individu serta membatasi kepemilikan tersebut dengan mekanisme tertentu dengan cara perampasan.
2.      Suatu akad dikatakan sah apabila memenuhi syarat dan rukunnya.
·         Rukun:
-          Ada 2 orang atau lebih.
-          Shighot
-          Ma’qud alaih
·         Syarat:
-          Syarat orang yang bertransaksi
-          Syarat shighat
3.      Sebab-sebab kepemilikan: harta itu umum, atau barang yang dimiliki dengan melaksanakan akad harta warisan harta hasil pembiakan.
4.      Macam kepemilikan: kepemilikan penuh, penuh, materi, kepemilikan privasi, publik.



BAB 2

Jual Beli, Khiyar, Musaqoh, Muzaro’ah, Mukhabarah, Syirkhah, Murobahah Dan Salam
Standar kompetensi:
2.      Memahami konsep perekonomian dalam islam dan hikmahnya
Kompetensi dasar:
2.1  Menjelaskan aturan islam tentang jual beli dan hikmahnya.
2.2  Menjelaskan aturan islam tentang khiyar.
2.3  Menjelaskan aturan isalm tentang musaqah, muzaro’ah, dan mukhabarah serta hikmahnya.
2.4  Menjelaskan aturan islam tentang syirkah dan hikmahnya.
2.5  Menjelaskan aturan islam tentang murobahah dan mudharabah.
2.6  Menerapkan cara jual beli, khiyar, musaqah, muzara,ah, mukhabarah, syirkah, murobahah, mudharabah, mudharabah, dan salam.
Ringkasan materi:
1.      Bentuk jual beli terlarang: barang najis, mengandung unsur riba, mengandung unsur kesamaran, jual beli bersyarat, mengandung unsur menipu (dilarang karena menyesatkan).
Hikmahnya:
ü  Masing-masing pihak merasa puas.
ü  Mendapat rahmat allah SWT.
ü  Menjauhkan diri dari sikap bathil.
ü  Manfaat jual beli untuk nafkah keluarga.
2.      Dalam jual berlaku prinsip atas dasar suka sama suka  (‘an taradlin). Syarat memberi kesempatan kepada kedua belah pihak yang melakukan akad jual beli untuk memilih antar dua kemungkinan yaitu melangsungkan jual beli untuk mengurungkannya. Tentunya ini kedua belah pihak masih dalam keadaan mempertimbangkan.
-          Macam-macam khiyar: khiyar syarat. Majlis, aibi.
-          Manfaat:
ü  Sikap berhati-hati dalam berbelanja.
ü  Adanya khiyar untuk melangsungkan atau mengurungkan jual beli.
ü  Jual beli akan berlangsung menurut syariat islam.
ü  Terjadinya keharmonisan antar kehidupan manusia.
3.      Musaqoh: paroan kebun-kerja sama antara pemilik kebun dan penggarap, sebagai kebun itu menghasilkan sesuatu yang menjadi milik kedua belah pihak menurut perjanjian yang mereks buat.
-          Hikmah: menghilangkan bahaya kefaqiran dan kemiskinan dan dengan dan   dengan demikian terpenuhi segala kekurangan dan kebutuhan.



4.      Muzara’ah dan mukhabarah (paroan sawah dan ladang)
-          Muzara’ah bentuk kerjasama yang berlaku pada perkebunan dan benihnya cukup mahal, sehingga benih-benih dari dari pihak yang punya tanah (pemilik).
-          Mukhabarah, bentuk kerjasama yang berlaku yang benihnya relatif murah, benih dari penggarap.
-          Zakat untuk muzara’ah dibebankan pada penggarap.
-          Hikmah paroan sawa atau ladang:
ü  pemerataan  dan meningkatkan pendapatan para petani.
ü  manusia dapat berkembang dan kembali menghidupkan tanah-tanah yang sudah mati.
5.      Syirkah adalah suatu perjanjian kerjasama antara dua orang atau lebih dalam bidang modal dan jasa.
-          Macam-macam syirkah: syirkah inan, syirkah abdan.
-          Hukum syirkah menurut ulama: syirkah inan hukumnya sah sedangkan syirkah abdan dilarang atau tidak diperbolehkan.
-          Hikmah:  Perusahaan atau perdagangan akan lebih pesat dan bertambah maju.
-          Permodalan karena di satukan, akan lebih besar dan berani.
-          Hasil pemikiran dari beberapa orang, kemajuan perusahaan dapat lebih mantap.
6.      Murobahah dalam ba’ial murobahah, penjual harus memberi tahu harga produk yang dia beli dan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahannya. Murobahah dapat dilakukanuntuk pembelian dengan sistem pemesanan.
7.      Mudharabah merupakan bentuk kerjasama antaradua pihak dimana pihak pertama menyediakan modal dan pihak kedua menjadi pengelola. Keuntungan dibagi menurut kesepakatandimuka. Kerugian ditanggung oleh pemilik modal selama bukan dikarenakan. Kelalaian dari pengelola.
8.      Aturan salam (syarat salam):
-            harga dibayar didahulu dimajlis akad.
-            Barang menjadi utang atau tanggungan penjual.
-            Barang di serahkan tepat pada waktunya.
-            Barang jelas ukurannya, dan sifat barang terperinci.
-            Disebutkan tempat menerimanya.

BAB 3
WAKAF, HIBAH, SHADAQAH DAN HADIAH
Standar kompetensi:
5.      Memahami hukum islam tentang pelepasan dan perubahan harta beserta hikmahnya.
Kompetensi dasar:
5.1  Menjelaskan ketentuan islam tentang wakaf dan hikmahnya.
5.2  Menjelaskan ketentuan islam tentang hibah dan hikmahnya.
5.3  Menjelaskan ketentuan islam tentang shadaqah dan hikmahnya.
5.4  Menjelaskan ketentuan islam tentang hadiah dan hikmahnya.
5.5  Menerapkan cara pelaksanaan wakaf, hibah, shadaqah, dan hadiah.
Ringkasan materi:
1.      Wakaf: menahan harta atau benda yang dapat di ambil anfaatnya untuk digunakan bagi kepentingan masyarakat menuju keridhaan allah SWT.
-          Hukumnya sunnah.
-          Hikmah: untuk menghimpun dana bagi kepentingan agama islam.
2.       Hibah: memberikan harta dengan tidak ada tukarannya dan tidak ada penyebabnya.
-          Hukumnya sunnah.
-          Hikmahnya:
ü  Membantu penerima hibah dari berbagai kesulitan hidup.
ü  Terhindar dari api neraka.
3.      Shadaqoh dan hadiah.
-          Shadaqoh: memberikan sesuatu tanpa ada tukarannya. Karena mengharapkan pahala di akhirat.
-          Hadiah: memberikan sesuatu tanpa ada imbalannya dan di bawa ketempat orang yang akan di beri karena hendak memuliakannya.
-          Hukum shadaqoh sunnah sedangkan hadiah mubah.
-          Hikmah shadaqoh dan hadiah:
ü  Dapat menolong orang yang membutuhkan dan mempererat silaturrahmi.
ü  Sebagai obat dari penyakit.
ü  Memperoleh pahala yang mengalir terus.

BAB 4
WAKALA DAN SHULHU

Standar kompetensi:
4.      memahami hukum islam tentang wakala dan shulhu beserta hikmahnya.
Kompetensi dasar:
4.1  Menjelaskan ketentuan islam tentang wakalah dan hikmahnya.
4.2  Menjelaskan ketentuan islam tentang shulhu dan hikmahnya.
4.3  Menerangkan cara wakala dan shulhu.
Ringkasan materi:
1.      - Wakalah: memberi kuasa seseorang atau kelompok untuk bertindak atas nama yang memberi kuasa (mandat)
-          Hukum: pada dasarnya hukum wakalah adalah mubah, bisa jadi haram kalau yang dikuasakan itu adalah pekerjaan haram, dan menjadi wajib kalau terpaksa dan makruh bila pekerjaan itu makruh.
-          Wakalah mempunyai status atau arti: sebai tugas pelaksanaan, penanggung jawab dll.
-          Hikmah: saling tolong menolong, timbal rasa saayang dan percaya dalam kehidupan, mempererat tali persaudaraan.
2.      Shulhu: akad perjanjian untuk menghilangkan dendam perselisian, permusuhan atau perbantahan.
-          Hukumnya jaiz(boleh) asalkan tidak menghalalkan barang haram atau mengharamkan barang halal.
-          Hikmah:
ü  untuk menjaga dan memecahkan berbagai persoalan
ü  terpeliharanya persatuan dan kesatuan umat islam.


BAB 5
Dhaman dan Kafalah

Standar kompetensi:
5.      memahami hukum islam tentang dhaman dan kafalah beserta hikmahnya.
Kompetensi dasar:
5.1  Menjelaskan ketentuan islam tentang dhamandan hikmahnya.
5.2  Menjelaskan ketentuan islam tentang kafalah dan hikmahnya.
5.3  Menerapkan cara dhaman dan kafalah.
Ringkasan materi:
1.      Dhaman(jaminan) menanggung hutang seseorang.
-          Hukumnya: sah, apabila hutang tersebut sudah tetap dan diketahi kadarnya.
-          Syarat dan rukun dhaman:
ü  Orang yang menjamin, syaratnya baligh, berakal, kehendak sendiri, berhak membelanjakan harta, mengetahui adanya jaminan.
ü  Orang yang berhutang, berhak membelanjakan harta.
ü  Yang berpiutang, diketahui oleh penjamin.
ü  Utang/ barangnya harus diketahui ukuran, keadaan dan jumlahnya, waktu dan  tetap keadaannya.
ü  Lafadh syaratnya, mengandung makna jaminan, tidak digantungkan kepada sesuatu yang lain dan tidak berarti semantara.
2.      Kafalah: menanggung/ menjamin seseorang dihadirkan dalam suatu tuntutan hukum di pengadilan pada saat dan tepat yang ditentukan.
-          Syarat-syarat kafalah:
ü  Syarat kafail adalah baligh, berakal, tidak di paksa,orang yang diperbolehkan menggunakan harta secara hukum.
ü  Ashiil tidak disyaratkan baligh, berakal, kehadiran dan kerelaannya, tetapi siapa saja dapat di tanggung.
ü  Makful lahu disyaratkan dikenal oleh kafiil.
ü  Makful bihi disyaratkan diketahui jenis, jumlah, kadar/pekerjaan.
-          Hikmah kafalah:
ü  Adanya unsur-unsur tolong menolong antar sesama
ü  Orang yang dijamin terhindar dari peresaan malu dan tercela
BAB 6

RIBA, BANK, DAN ASURANSI

Standar kompetensi:
6.      memahami riba, bank dan asuransi.
Kompetensi dasar:
6.1  Menjelaskan riba dan hikmah larangannya.
6.2  Menjelaskan praktek dan hukum bank.
6.3  Menjelaskan praktek dan hukum tabungan.
6.4  Menganalisis praktek dan hukum asuransi.
Ringkasan materi:
1.      Riba: nilai tambahan yang diharamkan dalam urusan pinjam meminjam dimana salah satu pihak merasa berat dan rugi sedangkan pihak lainnya tanpa menanggung resiko.
-          Hukum riba: haram
-          Hikmah diharamkannya riba:
ü  Riba menimbulkan dan menanamkan jiwa permusuhan antar individu.
ü  Menimbbulkan mental orang yang suka hidup mewah dan boros.
ü  Menghilangkan faedah berhutang piutang yang menjadi tulang punggung gotong royong.
2.      Hukum bank.
Ada 3 pendapat:
ü  Haram
ü  Mubah
ü  Mutasyabihat.
3.      Tabungan (menabung): menabung sebagian penghasilan secara berangsur-angsur untuk menanggulangi keutuhan di masa mendatang.
4.      Asuransi: peserta mengeluarkan dana terbaru atau dana ibadah menjadikan semua peserta sebagai keluarga besar yang saling menanggung satu sama lain. sistem ini diatur dengan meniadakan tiga unsur yang masih dipertanyakan yaitu: ketidak pastian(gharar), judi(maisir) dan riba.   
Kelas XI semster I
BAB 1
HUKUM PIDANA ISLAM DAN HIKMAHNYA
Standart kompetensi:
1.       menjelaskan dasar hukum larangan membunuh.
Kompetensi dasar:
1.1  menjelaskan dasar hukum larangan membunuh.
1.2  mengkliasifikasikan macam-macam pembunuhan.
1.3  menjelaskan hukuman bagi pembunuh.
1.4  menjelaskan dasar hukum membunuh.
Indikator:
  1. siswa dapat menjelaskan dasar hukum larangan membunuh.
  2. siswa mampu mengklasifikasikan macam-maam pembunuhan.
  3. siswa dapat menjelaskan hukuman bagi pembunuh.
  4. siswa dapat menjelaskan hukum bagi pembunuh.

Ringkasan materi:
  1. pembunuh atau membunuh artinya perbuatan manusia yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,baik disengaja maupun tidak, denagn alat yang biasanya mematikan. Hal ini sejalan dengan pendapat para ulama yang mengatakan bahwa, pembunuhan merupakan suatu perbuatan mausia yang menyebabkan hilangnya nyawa.
  2. Macam-macam pembunuhan
a.       Pembunuhan sengaja
b.      Pembunuhan seperti sengaja
c.       Pembunuhan tersalah

BAB 2
HUDUD DAN HIKMAHNYA
Standart kompetensi:
2.      memahami dan menghayati masalah hudud dan hikmahnya.
Kompetensi dasar:
2.1  menjelaskan pengertian hukum zina.
2.2  menjelaskan dasar hukum dilarangnya zina.
2.3  menunjukkan macam-macam zina.
Indikator:
  1. Siswa dapat menjelaskan pengertian dan hukum zina.
  2. Siswa dapat menjelaskan dasar hukum dilarangnya zina.
  3. Siswa mampu menunjukkan macam-macam zina.
Ringkasan materi:
1.      Pengertian dan hukum zina
Zina adalah persetubuhan yang haram menurut zat perbuatanya yang dimaksud adalah bercampur laki-laki dan perempuan bukan suami istri,adapun yang dimaksud dengan perempuan yang mendatangkan syahwat adalah manusia yang masih hidup dan berjenis kelamin perempuan, baik masih kecil maupun sudah dewasa. Dengan demikian, tidak termasuk kategori zina, persetubuhan dengan mayat atau dengan binatang, walaupun hukumnya tetap haram..
2.      Dasar hukum dilarangnya zina
Rasulullah SAW. Sangat berhati-hati dalam penelitian dan menetapkan seseorang telah berbuat berbuat zina karena jangan sampai keliru menetapkan hadnya. Hal ini disebabkan oleh hukuman zina yang sangat berat.
Adapun dasar yang dapat digunakan untuk menetapkan bahwa seseorang telah berbuat zina adalah sebagai berikut:
a.       adanya kesaksian empat orang,laki-laki,baligh,berakal,dan adil
b.      Pengakuan pelaku yang sudah baligh dan berakal
c.       Qarinah atau tanda-tanda atau indikasi.
3.      Macam-Macam Zina
a.       Zina mukhsan
b.      Zina ghairu mukhsan
BAB 3
PERNIKAHAN DALAM ISLAM
Standart kompetensi:
3.      memahami dan menghayati tata cara munakahat dalam islam dan hikmahnya
kompetensi dasar:
3.1  menjelaskan pengertian dan hukum pernikahan
3.2  menjelaskan pengertian dan hukum khitbah
Indikator:
1.            siswa dapat menjelaskan pengertian dan hukum pernikahan.
2.            siswa dapat menjelaskan pengertian dan hukum khitbah.
Ringkasan materi:
1.      Nikah
a. pengertian nikah
berasal dari kata                         yang artinya kawin atau perkawinan. Sedangkan arti nikah secara syara’ ialah suatu akad yang mengandung jaminan diperbolehkannya hubungan badaniyah denagn menggunakn lafadz (yang mustaq dari) nikah,tajwiz atau terjemahnya.
b.    hukum nikah
hukum nikah dihubungkan dengan lima macam tingkatan hukum dalam islam yang disebut”al-ahkamul khomsah”yaitu wajib,sunah, makruh, mubah, dan haram. Oleh karena itu, hokum nikah dapat berubah jika dikaitkan dengan kondisi dan niat dari seseorang yang akan melaksanakan pernikahan.
2.      Khitabah
a.    Pengertian khitbah berasal dari kata                                yang artinya adalah pinangan. Dengan demikian, pengertian khitbah adalah permintaan seorang laki-laki kepada seorang perempuan untuk menjadi istrinya, dengan cara-cara yang sudah umum berlaku ditengah-tengah masyarakat.
b.    hukum khitabah
khitabah menurut jumhur ulama’ hukumnya sunnah,haram,wajib.
BAB 4
HUKUM ISLAM TENTANG PERCERAIAN,RUJU’ DAN HIKMAHNYA
Standart kompetensi:
      memahami konsep islam tentang perceraian, ruju’, dan hikmahnya
Kompetensi dasar:
4.1  menjelaskan pengetian dan hukum perceraian
4.2  menjelaskan pengertian dan syarat rukun talak
4.3  menyebutkan macam-macam talak
Indikator:
  1. siswa dapat menjelaskan pengertian dan hukum perceraian
  2. siswa dapat menjelaskan pengertian dan syarat rukun talak
  3. siswa dapat menyebutkan macam-macam talak
Ringkasan materi:
1.      pengertian perceraian(talak)
c.       jika dilihat dari segi bahasa, talak berarti melepas ikatan. Sedangkan menurut syara’ talak adalah melepaskan ikatan perkawinan (nikah) dengan kata-kata talak atau lainnya. Talak adalah hak suami.
d.      hukum talak dengan mempertimbangkan kemaslahatan dan kemadlaratannya. Ada empat macam hukum talak, yaitu:
1.      wajib, jika antara suami dan istri sering terjadi pertengkaran dan percekcokan sehingga perceraian bagi mereka adalah jalan yang lebih baik/maslahah.
2.      sunnah, jika suami tidak sanggup lagi memberikan nafkah atau istri tidak dapat menjaga kehormatannya.
3.      haram, jika talak itu tidak diperlukan dan justru perceraian akan membawa kerugian bagi kedua belah pihak.
4.      makruh, adalah hukum asal dari talak sesuai hadits di muka bahwa talak itu boleh, namun pekerjaan yang sangat dibenci Allah SWT.
e.       Syarat rukun talak
Rukun talak ada 3 (tiga), yaitu:
a.       Suami, disyaratkan:
                                                                                                  i.      Ada ikatan yang sah dengan isterinya
                                                                                                ii.      Baligh (dewasa)
                                                                                              iii.      Berakal
                                                                                              iv.      Tidak dipaksa (keinginan sendiri)
b.      Istri, disyaratkan:
1.      Akad nikah sah dengan suami yang menjatuhkan talak
2.      Masih ada dalam ikatan perkawinan
3.      Ucapan talak
4.      Talak diucapkan oleh suami, tidak sah apabila hanya perbuatan
5.      Dengan sengaja
f.       Macam-macam talak
Pembicaraan tentang macam-macam talakdapat ditinjau dari berbagai segi yaitu,segi sighat, waktu menjatuhkan, segi kebolehan ruju’(kembali) kepada istri dan saat jatuhnya talak. Sebelum membahas macam-macam talak perlu diketahui tentang”bilangan talak” bilangan talak yang diucapkan oleh suami itu bisa satu (talak satu), bisa dua (talak dua), dan tiga (talak tiga). Pada talak satu dan dua suami boleh ruju’(kembali) kepada istri sebelum habis iddah. Macam talak ditinjau dari segi sighat dibagi menjadi dua,yaitu sorikh dan kinayah.

BAB III
PENUTUP

Dari materi yang telah di paparkan diatas dapat di simpulkan sebagai berikut:
1.      Dilihat/ di analisis dari segi organisasi.
Dilihat dari seg organisasi dari materi fiqih kelas X semester 1 dan 2 serta kelas XI semester 1 bisa dikatakan cukup baik, keterkaitan antara materi satu dengan yang lainnya. Walaupun ada beberapa kompetensi dasar yang tidak di jelaskan dalam materi tersebut.
2.      Analisis psikologi.
Dilihat dari segi psikologi, materi yang di sampaikan sudah mampu diterima anak usia SMA. Karena dilihat dari segi usia dan perkembangan fikirnya mereka mampu di ajak untuk berfikir lebih luas tentang materi yang di berikan.
3.      Dilihat dari analisis sosial.
Ada yang sebagian materi mampu dilaksanakan anak didik dalam kehidupan masyarakatnya ada juga sebagian materi yang belum mampu mereka terapkan dalam kehidupan sosial masyarakat.
4.      Analisis materi berdasarkan rana:
a.      Dari ranah Kognitif:
-          Materi Fiqih kelas X semester I, II
1.      Mengidentifikasi aturan islam tentang kepemilikan.
2.      Menjelaskan ketentuan islam tentang akad.
3.      Menjelaskan tentang jual beli dan hikmahnya.
4.      Menjelaskan khiyar.
5.      Menjelaskan musaqah, muzaro’ah dan mukhabarah.
6.      Menjelaskan syirkhah.
7.      Menjelaskan wakaf.
8.      Menjelaskan hibah.
9.      Menjelaskan shadaqah.
10.  Menjelaskan hadiah.
11.  Menjelaskan wakala.
12.  Menjelaskan sulhu.
13.  Menjelaskan dhaman.
14.  Menjelaskan kafalah.
15.  Menjelaskan riba, bank dan asuransi.
-          Materi Fiqih kelas XI semester I
1.      Menjelaskan Hukum pidana islam dan hikmahnya
2.      Menjelaskan Hudud dan hikmahnya
3.      Menjelaskan Pernikahan dalam islam
4.      Menjelaskan Hukum islam tentang perceraian,ruju’ dan hikmahnya
b.      Dari rana Psikomotor:
-          Materi Fiqih kelas X semester I, II
1.      Memperagakan aturan islam tentang kepemilikan akad.
2.      Menerapkan cara jual beli, khiyar, musaqah, muzara’ah, mukhabarah, syirkah, murobahah, mudharabah dan salam.
3.      Menerapkan cara pelaksanaan wakaf, hibah, shadaqah, dan hadiah.
4.      Menerapkan wakala dan sulhu.
5.      Menerapkan dhaman dan kafalah.
6.      Menerapkan ketentuan islam tentang riba, bank dan asuransi.
-       Materi Fiqih kelas XI semester II
1.      Menerapkan Hukum pidana islam dan hikmahnya.
2.      Menerapkan Hudud dan hikmahnya.
3.      Menerapkan Pernikahan dalam islam.
4.      Menerapkan Hukum islam tentang perceraian,ruju’ dan hikmahnya.
c.       Dari rana afektif:
-          Materi Fiqih kelas X semester I, II
1.      Menunjukkan tatacara jual beli, khiyar, musaqah, muzara’ah, mukhabarah, syirkah, murobahah, mudharabah dan salam dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Menerapkan tatacara pelaksanaan wakaf, hibah, shadaqah, dan hadiah.
3.      Menunjukkan ketentuan islam tentang riba, bank dan asuransi. Dan lain sebagainya.
-          Materi Fiqih kelas XI semester I
1.      Menunjukkan Hukum islam tentang perceraian,ruju’ dan hikmahnya.








DAFTAR PUSTAKA

Tim musyawarah guru PAI Madrasah aliyah kelas X. 2008. Fiqih. Sragen: C.V. Akik pustaka.
Tim musyawarah guru PAI Madrasah aliyah kelas XI. 2008. Fiqih. Sragen: C.V. Akik pustaka.
Abd. Rokhim. 2004. Fiqih untuk madrasah aliyah kelas XI. C.V. GANI & SON.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar